5 Penyakit Mengintai Akibat Terlalu Sering Konsumsi Junk Food

Charitas Hospital Kenten
Foto Page Detail

Dalam era modern yang serba cepat, junk food telah menjadi pilihan praktis bagi banyak orang. Istilah "junk food" merujuk pada makanan yang tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, namun sangat rendah nilai gizinya seperti vitamin, mineral, protein, dan serat. Meskipun lezat dan mudah didapat, kebiasaan mengonsumsi junk food secara berlebihan ibarat bom waktu bagi kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, di mana pola makan tidak sehat, termasuk konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, merupakan faktor risiko utamanya.

Berikut adalah 5 penyakit serius yang mengintai akibat terlalu sering mengonsumsi junk food.

1. Obesitas dan Sindrom Metabolik

Junk food padat kalori tetapi tidak mengenyangkan dalam waktu lama, sehingga mudah membuat kita mengonsumsi kalori berlebihan. Kandungan gula yang tinggi, terutama dalam minuman bersoda, disimpan tubuh sebagai lemak. Lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan cepat saji juga berkontribusi pada penumpukan lemak visceral (di sekitar perut).

Obesitas seringkali menjadi gerbang menuju Sindrom Metabolik, sebuah kumpulan kondisi yang meliputi peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak perut, dan kadar kolesterol tidak normal. Sindrom ini secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

2. Diabetes Tipe 2

Kandungan gula sederhana yang sangat tinggi dalam junk food, seperti pada kue, permen, dan minuman manis, menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Untuk menurunkan gula darah ini, pankreas dipaksa memproduksi insulin lebih banyak. Jika kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, dan pankreas menjadi kelelahan. Kondisi inilah yang akhirnya memicu Diabetes Tipe 2. Sebuah studi yang menganalisis data dari lebih 175 negara menemukan hubungan kuat antara konsumsi makanan ultra-proses (termasuk junk food) dengan peningkatan prevalensi diabetes.

3. Penyakit Kardiovaskular (Jantung dan Stroke)

Kombinasi mematikan dari lemak jenuh, lemak trans, dan sodium (garam) dalam junk food adalah musuh utama kesehatan jantung.

Lemak Jenuh dan Trans: Dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL ("kolesterol jahat") dan menurunkan kolesterol HDL ("kolesterol baik"), leading pada pembentukan plak di dinding arteri (aterosklerosis). Plak ini mempersempit dan mengeraskan arteri, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Sodium (Garam): Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah (hipertensi), yang memberi beban tambahan pada jantung dan pembuluh darah.

Kombinasi aterosklerosis dan hipertensi inilah yang sangat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

4. Kanker

Bukti ilmiah mulai menunjukkan hubungan antara pola makan tidak sehat dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker. World Health Organization (WHO) telah mengklasifikasikan daging olahan (seperti sosis, ham, dan bacon yang sering ditemukan dalam junk food) sebagai karsinogen Grup 1 (bersama dengan rokok dan asbestos), artinya terdapat bukti cukup bahwa zat tersebut dapat menyebabkan kanker, terutama kanker kolorektal (usus besar). Selain itu, diet tinggi gula dan lemak yang menyebabkan obesitas juga menjadi faktor risiko untuk berbagai kanker, karena lemak tubuh yang berlebih dapat memproduksi hormon dan faktor pertumbuhan yang merangsang perkembangan sel kanker.

5. Gangguan Pencernaan dan Gangguan Hati

Tubuh kita dirancang untuk mencerna makanan kaya serat. Junk food, yang sangat rendah serat, dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan seperti sembelit (susah buang air besar) dan sindrom iritasi usus. Selain itu, konsumsi fruktosa dalam jumlah besar (dari sirup jagung tinggi fruktosa yang banyak digunakan dalam minuman dan makanan manis) memberikan beban berat pada hati. Hati akan mengubah kelebihan fruktosa menjadi lemak. Penumpukan lemak di hati ini dapat menyebabkan penyakit Perlemakan Hati Non-Alkoholik (Non-Alcoholic Fatty Liver Disease/NAFLD), yang jika dibiarkan dapat berlanjut menjadi sirosis dan gagal hati.

Kesimpulan

Mengonsumsi junk food sesekali mungkin tidak akan langsung menyebabkan penyakit. Namun, menjadikannya sebagai bagian rutin dari pola makan adalah tindakan yang sangat berisiko. Lima penyakit di atas hanyalah sebagian dari banyaknya dampak buruk junk food bagi kesehatan. Mulailah dengan langkah kecil untuk membatasi konsumsinya, perbanyak asupan air putih, buah, sayur, dan makanan whole food (makanan alami yang tidak melalui banyak proses). Investasi pada pola makan sehat hari ini adalah investasi untuk kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Dokter Penulis

dr. Evalina / PKRS Charitas Hospital Kenten

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://www.litbang.kemkes.go.id/hasil-utama-riskesdas-2018/
  2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2023, April). Definition & facts of NAFLD & NASH. U.S. Department of Health and Human Services. Diakses 24 Oktober 2024, dari https://www.niddk.nih.gov/health-information/liver-disease/nafld-nash
  3. Srour, B., Fezeu, L. K., Kesse-Guyot, E., Allès, B., Méjean, C., Andrianasolo, R. M., Chazelas, E., Deschasaux, M., Hercberg, S., Galan, P., Monteiro, C. A., Julia, C., & Touvier, M. (2019). Ultra-processed food intake and risk of cardiovascular, cerebrovascular, and mortality outcomes: A prospective cohort study. The BMJ, 365, l1451. https://doi.org/10.1136/bmj.l1451
  4. World Health Organization. (2015, Oktober 26). Q&A on the carcinogenicity of the consumption of red meat and processed meat. Diakses 24 Oktober 2024, dari https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-the-carcinogenicity-of-the-consumption-of-red-meat-and-processed-meat
  5. Zhang, Y., Chen, X., Chen, H., Yang, S., He, M., Yang, D., & Li, L. (2021). Consumption of ultra-processed foods and risk of metabolic syndrome: A systematic review and meta-analysis. Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, 31(7), 1957–1968. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2021.03.018


Kembali
Charitas Mobile Care